Jumat, 25 Desember 2020

 

Theory Stimulus Respon - John Dollar & Neal E Miller

Adnan Askuri

19310410060

Psikologi Kepribadian II

Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro, S.psi., MA


 

Dollard dilahirkan di Menasha, Wisconsin, pada tanggal 29 Agustus 1900. Ia menerima gelar A.B. dari Universitas Wisconsin pada tahun 1922 dan berturut-turut meraih M.A. (1930) dan Ph.D.-nya (1931) dalam bidang sosiologi di Universitas Chicago dan Neal Miller dilahirkan di Milwau­kee, Wisconsin, pada tanggal 3 Agustus 1909 dan meraih gelar B.S.-nya dari Universitas Washington pada tahun 1931. Ia meraih gelar M,.A.-nya dari Universitas Stanford pada tahun 1932 dan Ph.D.-nya di bidang psikologi dari Universitas Yale pada tahun 1935.

Mereka pernah meneliti subjek tikus dan menurut Penelitian Dollard dan Miller, terjadi beberapa proses yaitu :

1.    Classical conditioning

2.    Instrumental learning

3.    Extinction

4.    Primary drive

Kedua tokoh ini berkolaborasi dan melahirkan teori yang disebut teori stimulus-respon . mereka beranggapan bahwa suatu kebiasaan adalah salah satu elemen dalam struktur kepribadian. menurut Dollar dan Miller ada empat unsur penting dalam teori ini yaitu :

1.    Drive adalah stimulus dari dalam diri organisme yang mendorong munculnya tingkah laku, tetapi tidak menentukan bentuk kegiatannya. Semakin kuat stimulus, maka semakin kuat drivenya sehingga semakin kuat juga tingkah laku yang dihasilkan. Ada 2 drive yaitu primer dan sekunder. Drive primer adalah dorongan yang dibangkitkan oleh respon terhadap stimulus yang sifatnya bawaan (misalnya sakit karena kejutan listrik). Sedangkan drive sekunder adalah dorongan yang dimunculkan terhadap stimulus yang awalnya netral (dimunculkan oleh bel). Rasa takut atau cemas adalah dorongan sekunder untuk menyembunyikan dorongan primer yaitu rasa sakit.

2.    Cue adalah stimulus yang memberi petunjuk perlunya dilakukan respon perilaku, petunjuk yang ada pada stimulus sepanjang pemahaman subjektif individu. Bel menjadi cue bagi tikus untuk melompati sekat. Pada penelitian lanjutan, tuas menjadi cue untuk membuka sekat lalu melompat ke kotak hitam.

3.    Response adalah aktivitas yang dilakukan. Suatu response harus dilakukan secara nyata sebelum dikaitkan dengan stimulus tertentu. Contohnya, untuk dapat belajar berperilaku Ekstrovert, seseorang harus benar-benar mencoba merespon secara Ekstrovert.

4.    Reinforcement adalah suatu pereda dorongan (drive reduction). Agar terjadi proses belajar, harus ada reinforcement atau hadiah.

Teori ini juga mempercayai adanya generalisasi stimulus, dimana semakin mirip suatu stimulus, maka kemungkinan terjadi perilaku tertentu akan semakin besar. Suatu reasoning juga sangat diperlukan untuk mengantisipasi respon agar lebih efektif. Selain itu menurut Dollard dan Miller, Bahasa mampu menguatkan tingkah laku, menggambarkan konsekuensi yang akan datang dan suatu konflik dapat membuat individu merespon segala sesuatu secara normal.

 

Referensi :

Alwisol. (2017). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Sari, C.F. (2002) The Miracle of Thinking Big. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia

Feist, J. & Feist, G.J. (2002). Theories of Personality 5th Edition. Boston : McGraw Hill, Inc. 

Gambar :

https://www.slideserve.com/daquan-conley/next-theories 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA INTERATIF BERBASIS APLIKASI CANVA UNTUK ANAK TUNAGRAHITA SEDANG

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengukuran Psikologi Dosen pengampuh: Taufik Muhtarom, M.Pd.,Ph.D  Disusun Oleh:  Alfanny zanusti A...