Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengukuran Psikologi Dosen pengampuh: Taufik Muhtarom, M.Pd.,Ph.D
Disusun Oleh:
Alfanny zanusti A. 21144500014
Izhar walayai 21144500013
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR BIASA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2024
ABSTRAK
Pendidikan di zaman sekarang merupakan pendidikan di era abad 21. Pembelajaran harus dapat
mengembangkan keterampilan critical thinking and problem solving, creativity and innovation,
communication, collaboration. Oleh sebab itu, guru harus kreatif dan inovatif dalam
menciptakan pembelajaran yang menumbuhkan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik.
Salah satunya dalam pemilihan media pembelajaran yang variatif dan berbasis digital sesuai
dengan perkembangan pendidikan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mendeskripsikan media
pembelajaran yang inovatif dan kreatif berbasis digital yaitu berupa video pembelajaran dengan
menggunakan aplikasi canva pada pembelajaran matematika materi bangun datar. Video
pembelajaran menggunakan aplikasi canva pada pembelajaran matematika materi bangun datar
merupakan salah satu solusi tepat sebagai penunjang guru dalam pengembangan media
pembelajaran berbasis digital.
ABSTRAK
Education today is education in the 21st century era. Learning must be able to develop critical
thinking and problem solving skills, creativity and innovation, communication, collaboration.
Therefore, teachers must be creative and innovative in creating learning that fosters high-level
thinking in students. One of them is choosing varied and digital-based learning media in
accordance with educational developments. The aim of this study is to describe innovative and
creative digital-based learning media, namely in the form of learning videos using the Canva
application for learning mathematics with flat shapes. Learning videos using the Canva
application in mathematics learning about flat shapes are one of the right solutions to support
teachers in developing digital-based learning media.
PENDAHULUAN
Abad 21 ditandai sebagai abad keterbukaan atau abad globalisasi, yang artinya kehidupan
manusia pada abad ke-21 mengalami perubahan-perubahan yang fundamental yang berbeda
dengan tata kehidupan dalam abad sebelumnya. Abad 21 ditandai dengan berkembangannya
teknologi informasi yang sangat pesat serta perkembangan otomasi dimana banyak pekerjaan
yang sifatnya pekerjaan rutin dan berulang-ulang mulai digantikan dengan mesin, baik mesin
produksi maupun mesin komputer. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah
memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan. Pendidik dan
peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21 ini. Sejumlah
tantangan dan peluang harus dihadapi oleh pendidik dan peserta didik agar dapat bertahan
dalam abad pengetahuan di era informasi ini.
Perkembangan teknologi informasi semakin maju dan mendorong pembaharuan dalam
proses belajar mengajar. Hal ini ditandai semakin berkembangnya teknologi baru data sains,
kecerdasan buatan hingga semakin bertambahnya penggunaan internet disegala lini kehidupan
(Ghufron, 2018).
Perkembangan kehidupan yang serba teknologi saat ini merupakan bukti bahwa
kehidupan selalu berkembang dan terus berinovasi dalam berbagai aspek. Pendidikan berperan
menjadi upaya dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang siap dalam menghadapai
perubahan zaman. Pendidikan di abad 21 merupakan pembelajaran yang berbasis student
centered, peserta didik diberi kebebasan dalam mencari sumber belajar (Afni et al., 2021).
Pemerintah Indonesia mendukung pembelajaran abad 21 yang diterapkan dalam Kurikulum
2013 yang yaitu 1) berpikir kritis dan pemecahan masalah, 2) kreativitas dan inovasi, 3)
komunikasi, dan 4) kolaborasi, atau dikenal dengan keterampilan 4C (critical thinking and
problem solving, creativity and innovation, communication, colaboration) (Abbas, 2021)
A. Pengertian tunagrahita
Tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan atau keterlambatan dalam
perkembangan mental. Hal ini disertai dengan ketidakmampuan untuk belajar dan
menyesuaikan diri. Anak tunagrahita akan memiliki fungsi intelektual yang lebih rendah
daripada anak-anak seusianya dan hal ini terjadi selama fase perkembangan, yaitu sampai usia
18 tahun.
Umumnya, keterbelakangan mental berkaitan dengan tingkat kecerdasan seseorang. Dengan
mengetahui tingkat kecerdasan anak tunagrahita, orang tua dan pihak pengajar dapat
menentukan pelatihan dan pendidikan yang tepat bagi sang anak.
American Association on Mental Deficiency (AAMD) mendefinisikan anak tunagrahita
dengan fungsi intelektual umum di bawah rata-rata, yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes.
Sementara itu, Japan League of Mentally Retarded menyatakan anak tunagrahita memiliki IQ
70 ke bawah berdasarkan tes inteligensi baku. Dengan demikian, para ahli di Indonesia
mengklasifikasikan tingkat tunagrahita sebagai berikut ini;
1. Tunagrahita ringan memiliki IQ 50-70.
2. Tunagrahita sedang memiliki IQ 55-40.
3. Tunagrahita berat dan sangat berat memiliki IQ kurang dari 30.
B. Ciri-ciri Tunagrahita Pada Anak
• Sulit menggeneralisasikan dan mempelajari hal-hal baru.
• Lambat dalam mempelajari berbagai hal baru, merasakan kesulitan dalam mempelajari
pengetahuan yang abstrak, dan selalu cepat melupakan apa yang telah dipelajari bila tidak
dilatih terus-menerus.
• Memiliki kemampuan bicara yang sangat kurang, terutama untuk anak tunagrahita berat.
• Memiliki cacat secara fisik dan perkembangan gerak yang rendah. Umumnya, anak
tunagrahita berat akan sulit mengurus diri sendiri, bahkan dalam hal-hal kecil seperti
berpakaian, makan, dan mengurus kebersihan diri. Mereka akan memerlukan pelatihan
khusus untuk mempelajari kemampuan dasar.
• Memiliki perilaku dan interaksi yang tidak lazim. Anak tunagrahita ringan masih bisa
beradaptasi dan bermain dengan anak pada umumnya, tetapi anak dengan tunagrahita
berat tidak dapat melakukannya karena sulit bagi mereka untuk memberikan perhatian
terhadap lawan main.
• Tingkah laku kurang wajar yang terjadi terus-menerus. Umumnya, anak tunagrahita berat
akan bertingkah tanpa tujuan yang jelas. Hal ini dilakukan secara intens bagai ritual,
seperti memutar-mutarkan jari di depan wajah, melakukan hal yang membahayakan diri,
menggigit diri sendiri, hingga membentur-benturkan kepala ke tembok atau bidang
lainnya yang keras.
C. Penyebab Tunagrahita
• Faktor keturunan dan lingkungan.
• Luka di kepala karena jatuh.
• Kecelakaan yang terjadi saat kelahiran anak.
• Pemberian vaksin pada bayi ketika daya tahan tubuhnya lemah sehingga
menyebabkan peradangan otak. Hal ini mengakibatkan kelainan saraf dan
metabolisme otak yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Umumnya, tunagrahita pada anak akan terlihat ketika mereka lahir. Tanda-tandanya
dapat dilihat ketika mereka lamban dalam memberikan reaksi, bahkan nyaris tidak
merespons. Hal ini kiranya akan berlangsung pada masa perkembangannya.Kelambatan
diri tidak hanya dilihat dari respons atau reaksi yang mereka berikan, tetapi juga
menyangkut kelambanan dalam belajar dan berjalan. Mereka yang tunagrahita dapat
terus bersikap kekanak-kanakan dalam waktu yang sangat panjang karena keterbatasan
intelektual. Alhasil, anak tunagrahita cenderung sulit beradaptasi dengan pekerjaan
kelas.
Penyebab tunagrahita perlu diketahui secepatnya oleh orang tua dan tenaga
pengajar.
Hal ini penting agar kedua pihak dapat memahami atau setidaknya mengetahui
bagaimana cara kerja otak anak tunagrahita. Dengan mengetahui penyebabnya, mereka
dapat mencari pengobatan, terapi, dan pembelajaran yang sesuai dengan
keterbelakangan tersebut
D. Bangun Ruang
Bangun ruang merupakan penyebutan maupun penamaan untuk beberapa
jenis bangun-bangun yang mempunyai ruang atau volume yang dibatasi oleh sisisisinya, yang sering kali disebut dengan tiga dimensi.Bangun ruang terdiri atas tiga
komponen utama, yaitu Sisi adalah bidang yang memisahkan antara bangun ruang
dengan ruangan di sekitar.
Rusuk adalah pertemuan antara dua sisi yang berwujud ruas garis di bangun ruang.
Titik sudut adalah titik hasil pertemuan rusuk yang mempunyai jumlah tiga atau lebih.
Yang mana juga Bangun ruang adalah istilah yang digunakan dalam matematika untuk
menggambarkan objek-objek tiga dimensi yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Ini
berbeda dengan bangun datar, yang hanya memiliki panjang dan lebar (dua dimensi).
Secara umum, bangun ruang dapat diidentifikasi oleh sifat-sifat geometrisnya, seperti
jumlah sisi, sudut, dan titik sudut. Beberapa contoh bangun ruang yang umum termasuk
kubus, balok, tabung, kerucut, dan bola.
Berikut adalah beberapa definisi bangun ruang yang umum:
1. Kubus adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki enam sisi persegi yang sama
besar. Setiap sudut dalam kubus adalah sudut siku-siku, dan semua rusuk memiliki
panjang yang sama.
2. Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki enam sisi, di mana dua sisi
berbentuk persegi panjang dan empat sisi lainnya berbentuk persegi. Balok memiliki
panjang, lebar, dan tinggi yang berbeda-beda.
3. Tabung adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki dua lingkaran di kedua
ujungnya yang dihubungkan oleh sebuah mantel berbentuk silinder. Tinggi tabung
adalah jarak antara dua lingkaran di ujungnya.
4. Kerucut adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki satu lingkaran di bagian
bawahnya dan sebuah titik puncak di bagian atasnya. Tinggi kerucut adalah jarak antara
titik puncak dan lingkaran dasar.
5. Bola adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh semua titik yang berjarak
sama dari sebuah titik tertentu yang disebut pusat. Bola tidak memiliki sudut atau sisi,
tetapi memiliki jari-jari yang didefinisikan sebagai jarak dari pusat bola ke titik mana
pun di permukaannya.
Pelajaran matematika di Sekolah Dasar adalah salah satu pelajaran yang dianggap sulit
oleh peserta didik. Hal ini sudah menjadi anggapan di kalangan anak-anak. Guru sebagai
pendidik harus mampu menyampaikan pembelajaran matematika dengan cara yang
menarik dan menyenangkan bagi siswa. Salah satunya dengan menggunakan media yang
menarik bagi siswa. Penggunaan media yang menarik bagi siswa mampu meningkatkan
motivasi bagi siswa.
Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu media
pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Guru harus mampu mengembangkan
media pembelajaran dengan memanfaatkan TIK. Selain mampu menggunakan TIK sebagai
sumber belajar guru juga dituntut untuk mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif yang terintegrasi dengan TIK (Maryanti & Kurniawan, 2017). Video animasi
merupakan salah satu media pembelajaran yang cocok untuk menciptakan media
pembelajaran yang menarik.
Video animasi merupakan gabungan dari media audio visual yang bergerak. Media
audio visual mengandalkan indera pendengaran dan penglihatan. Anak sekolah dasar
(SD) pada umumnya belajar 50% dari apa yang didengar dan dilihat (Hikmah &
Purnamasari, 2017). Sehingga siswa lebih memahami suatu pembelajaran dari apa yang
dilihat dan didengar.
Aplikasi canva merupakan aplikasi desain grafis secara online. Canva juga
memiliki berbagai macam template atau opsi desain yang ingin dibuat. Salah satu
aplikasi yang dapat digunakan secara mudah.
Selain itu juga mempermudah dan menghemat waktu guru dalam mendesain media
pembelajaran serta mempermudah guru dalam menjelaskan materi pembelajaran.
Media canva juga dapat memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran
dikarenakan media ini dapat menampilkan teks, video, animasi, audio, gambar, grafik
dan lain-lain sesuai dengan tampilan yang diinginkan dan dapat membuat peserta didik
untuk fokus memperhatikan pelajaran karena tampilannya yang menarik (Tanjung &
Faiza, 2019). Aplikasi Canva ini diharapkan menjadi alternatif guru dalam membuat
suatu media video animasi yang menarik pada materi “Bangun Datar”. Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, kami tertarik untuk meneliti
permasalahan tersebut dengan judul “Analisis Media Video Pembelajaran
Menggunakan Aplikasi Canva dalam Pembelajaran Bangun Datar di Sekolah Dasar” .
HASIL DAN PEMBAHASAN
Aplikasi canva merupakan aplikasi desain grafis online untuk perangkat
desktop atau PC dan android yang mudah digunakan. Canva adalah sebuah situs
sekaligus aplikasi yang menyediakan tools untuk membuat desain grafis dan publikasi
online. Diluncurkan pada tahun 2013, Canva kini menjadi salah satu aplikasi yang
digemari karena terbilang mudah digunakan, bahkan untuk pemula. Canva dapat
diakses melalui website, aplikasi PC, maupun handphone. Hal ini tentu semakin
memudahkan kita berkreasi dimanapun dan kapanpun. Dikenal karena kemudahan
akses dan penggunaannya, tak heran jika canva menjadi andalan bagi mereka yang
ingin menciptakan konten visual tanpa perlu ahli di bidangnya. Tidak hanya mudah
digunakan, canva juga menyediakan ribuan template yang bisa digunakan oleh pemula
dengan sangat mudah. Aplikasi ini bisa digunakan secara gratis, namun ada pula versi
berbayar dengan tambahan tools dan template yang lebih lengkap.
Pendapat (Adiputra
& Mujiyati, 2017)
mengemukakan bahwa motivasi mendorong siswa untuk dapat melakukan
sebuah perilaku, termasuk juga dalam belajar. Siswa bergerak untuk memperolah hasil
belajar yang baik jika memiliki motif yang kuat, sehingga motivasi memiliki peran yang
penting untuk membuat siswa memperoleh hasil belajar yang baik. Agar motivasi
belajar dapat tumbuh dalam diri siswa, maka diperlukan stimulan salah satunya adalah
guru yang kreatif. Kreativitas guru dalam pembelajaran dapat diterapkan dalam dua hal
yaitu dalam manajemen pembelajaran di kelas dan 11 Prosiding Seminar Nasional
MIPA UNIBA 2022 dalam penggunaan media pembelajaran (Oktiani, 2017).
Pemilihan media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan motivasi belajar
siswa. Hal ini tidak lepas dari kreativitas guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran,
dengan cara penggunaan media pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi
belajar siswa. Media pembelajaran akan mempermudah interaksi antara pengajar
dengan peseta didik dan membantu proses belajar lebih optimal. (Rohma & Sholihah,
2021).
Penggunaan media pembelajaran canva dapat mempermudah dan menghemat
waktu guru dalam mendesain media pembelajaran serta mempermudah guru dalam
menjelaskan materi pembelajaran. (Hapsari & Zulherman, 2021)
Video pembelajaran menggunakan aplikasi canva ini dapat dijadikan referensi oleh
para guru untuk pembuatan video pembelajaran sesuai dengan keinginan dan
kebutuhan. Guru juga dapa memilih pemakaian secara gratis atau berbayar. Desain yang
tersedia bervariasi dari segala bidang. Baik kebutuhan di bidang Pendidikan, maupun
non Pendidikan bahkan untuk keperluan iklan dan bisnis juga tersedia (Triningsih et al.,
2021).
Dari penelitian sebelumnya yang relevan dapat dikatakan bahwa pada video
pembelajaran canva dapat menjadi salah satu solusi karena video pembelajaran yang
menggunakan aplikasi canva ini terdapat pilihan ukuran dan jenis file ketika akan
mendownload hasil video sehingga kita dapat memilih sesuai dengan kebutuhan.
Video pembelajaran menggunakan aplikasi canva ini dapat diaplikasikan pada semua
jenjang pendidikan dan semua mata pelajaran. Pada kajian ini contoh
pengaplikasiannya pada pembelajaran matematika. Pelajaran matematika pada materi
bangun datar apabila disampaikan dengan menarik, maka dapat bermakna bagi siswa.
guru dapat menjelaskan bermacam-macam bangun datar menggunakan aplikasi canva.
Bangun datar akan kelihatan menarik karena bisa dibuat denggan berbagai warna dan
dapat dibuat dalam versi animasi.
Media pembelajaran dapat berbentuk audio, visual
atau audio visual. Media pembelajaran berupa video merupakan salah satu media
inovatif audio visual yang dapat menunjang pembelajaran yang lebih
menarik.(Rahmawati, 2021)
Pembuatan video tergantung pada kreatifitas guru dalam memilih fitur dan desain
yang sesuai dengan kebutuhan materi.Video pembelajaran ini dapat digunakan pada
saat pembelajaran daring (Salam & Mudinillah, 2021) atau pembelajaran langsung atau
luar jaringan. Hasil video pembelajaran melalui canva ini dapat diakses di galeri tanpa
menggunakan jaringan internet,jadi siswa dapat memutar ulang video ketika ada hal
yang belum difahami.
Langkah-langkah dalam pembuatan video melalui aplikasi canva
ini yaitu sebagai berikut:
1. Membuka laman canva https://www.canva.com/id_id/ daftar menggunakan akun
google atau bisa dengan menggunakan akun belajar.
2. Memilih desain vidio
Ketika memilih desain video, maka akan muncul banyak pilihan. Pilih jenis
Video yang sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya desain jenis video tetapi juga
tampilan layar dapat disesuaikan dengan kebutuhan.3. Mulai mendesain sesuia kebutuhan
Pada gambar diatas dapat dilihat ada berbagai pilihan. Pengguna dapat memilih
gambar sesuai yang sesui dengan kebutuhan. Contoh pada gambar di atas adalah
video animasi bergerak pada bangun ruang. selain pilihan dari gambar yang sudah
tersedia di canva, juga dapat menggunakan gambar koleksi pribadi yang tersimpan
di folder komputer atau handphone jika mengakses melalui handphone.
Jika menginginkan Gambar atau obyek yang lain maka ketik saja sesuai
keinginan dengan cara klik elements kemudian ketik pencarian, misalnya ketik
“bangun ruang balok” maka akan muncul pilihan gambar seperti di atas, pilih
gambar yang bertanda free jika ingin gratis, selain bertanda free makan gambar
tersebut berbayar.
Jika mau menambahkan tulisan, dapat klik bagian kiri pada tanda “T” yang berarti
text. Teks dapat didesain berdasarkan font, size, effects and colours.
Jika ingin menambahkan suara guru atau musik, maka dapat memilih icon audio
pada sisi kiri dibawah icon text. Untuk lama nya tampilan perhalaman dapat
disesuaikan pada icon jam (edit timing) bagian atas.
Kemudian jika ingin berpindah pada halaman berikutnya maka klik tanda pluspada
bagian bawah desain yang telah dibuat.
Halaman berikutnya dapat memilih lagi template yang sesuai keinginan.
Setelah semua desain jadi maka dapat di download sesuai kebutuhan, dapat berupa
file PNG, JPG, PDF standard, PDF Print, MP4 Video, atau GIF. Berikut tampilan
pilihan tipe file untuk di download.
KESIMPULAN
Dari penelitian mengenai peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi
bangun ruang melalui media interaktif berbasis aplikasi Canva untuk anak
tunagrahita adalah bahwa penggunaan media interaktif ini efektif dalam
meningkatkan pemahaman dan hasil belajar mereka. Media interaktif berbasis
Canva membantu dalam memvisualisasikan konsep-konsep abstrak menjadi lebih
konkret dan mudah dipahami oleh anak-anak tunagrahita. Dengan demikian,
metode ini bukan hanya meningkatkan minat dan motivasi belajar, tetapi juga hasil
belajar yang signifikan pada materi bangun ruang
Dari penelitian mengenai peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi
bangun ruang melalui media interaktif berbasis aplikasi Canva untuk anak
tunagrahita secara detail adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan Pemahaman Konsep
Penggunaan aplikasi Canva membantu anak tunagrahita memahami konsep bangun
ruang secara lebih jelas. Visualisasi interaktif yang disediakan oleh Canva
memungkinkan mereka untuk melihat bentuk-bentuk geometris dalam format yang
menarik dan mudah dipahami.
2. Motivasi dan Minat Belajar
Media interaktif berbasis Canva meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta
didik. Animasi, gambar, dan elemen interaktif yang disediakan oleh aplikasi
membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan dan menarik bagi anak-anak
tunagrahita.
3. Interaksi dan Partisipasi Aktif
Aplikasi Canva memungkinkan interaksi yang lebih aktif dari peserta didik.
Mereka dapat berpartisipasi dalam pembuatan dan pengeditan media pembelajaran,
yang membuat mereka lebih terlibat dalam proses belajar dan lebih memahami
materi yang diajarkan.
4. Hasil Belajar yang Lebih Baik
Penggunaan media interaktif berbasis Canva terbukti meningkatkan hasil belajar
siswa. Data hasil tes dan evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam
pemahaman dan kemampuan siswa dalam materi bangun ruang setelah
menggunakan media ini dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.
5. Pengembangan Keterampilan Teknologi
Selain pemahaman materi bangun ruang, penggunaan aplikasi Canva juga
membantu anak tunagrahita mengembangkan keterampilan teknologi. Mereka
menjadi lebih familiar dengan penggunaan perangkat digital dan aplikasi, yang
merupakan keterampilan penting di era digital saat ini. 6. Pendekatan Individual
Media interaktif berbasis Canva memungkinkan penerapan pendekatan
pembelajaran yang lebih individual. Guru dapat menyesuaikan materi dan aktivitas
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, memberikan
perhatian khusus pada anak-anak tunagrahita yang memerlukan dukungan
tambahan.
Secara keseluruhan, penggunaan media interaktif berbasis aplikasi Canva dalam
pembelajaran bangun ruang untuk anak tunagrahita memberikan dampak positif
yang signifikan, baik dalam hal peningkatan pemahaman konsep, motivasi belajar,
interaksi, dan hasil belajar siswa. Metode ini juga mendukung perkembangan
keterampilan teknologi dan memungkinkan pendekatan pembelajaran yang lebih
personal dan efektif.
DAFTAR PUSTAKA
hl=id&as_sdt=0%2C5&q=media+belajar+melaluli+canva+dengan+materi+ba
ngun+datar&btnG=#d=gs_qabs&t=1717421268874&u=%23p%3DlBEzlGDlxB4J
hl=id&as_sdt=0%2C5&q=media+belajar+melaluli+canva+dengan+materi+ba
ngun+datar&btnG=#d=gs_qabs&t=1717421302302&u=%23p%3DO1T_UbOp
7E4J
https://www.alodokter.com/berbagai-kemungkinan-penyebab-anak-tunagrahitadan-ciri-cirinya
https://www.dewaweb.com/blog/cara-menggunakan-canva/











Tidak ada komentar:
Posting Komentar