TEORI OPERANT-REINFORCEMENT B.F. SKINNER
Adnan Askuri
19310410060
Psikologi Kepribadian II
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro, S.psi., MA.
Burrhus Frederic Skinner (lahir di Susquehanna, Pennsylvania, 20 Maret 1904 – meninggal di Massachusetts, 18 Agustus 1990 pada umur 86 tahun) adalah pelopor dan tokoh psikologi pendidikan terlahir dari seorang ayah berprofesi sebagai pengacara dan ibu rumah tangga yang. Skinner lahir pada20Mei1904,danmeninggal tanggal pada 18 Agustus 1990 akibat penyakit leukemia yang dideritanya di Susquehanna, Pennsylvania, Amerika Serikat. B.F. Skinner sebagai pelopor behaveriorisme menolak semua teori kepribadian. Dia tidak membahas topik kepribadian secara husus, kecuali sekedar menjadikannya sebagai label dari aspek tingkahlaku tertentu (Alwisol. 2009)
aspek dasar dalam teori perkembangan B.F Skiner diantaranya berkaitan dengan penguatan, hukuman, pembentukan, penghapusan dan penguatan perilaku.
Belajar adalah hasil dari interaksi antara stimulus (S), stimulus dalam bentuk serangkaian kegiatan yang bertujuan mendapatkan respon belajar dari objek penelitian dengan respon (R), respon sebagai reaksi yang dimunculkan oleh siswa ketika belajar untuk bisa berupa pikiran, perasaan atau tindakan. Menurut teori ini, dalam pembelajaran yang penting adalah adanya input dalam bentuk stimulus dan output dalam bentuk respon.
Teori behaviorisme disebut juga teori Stimulus-Respons (S-R) yang menitik beratkan pada reinforcement , atau Operant Conditioning. teori ini telah memberikan sumbangan yang berarti kepada pemahaman tingkah laku, khususnya yang berkaitan dengan belajar. belajar disini merupakan perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigma S-R (StimulusREspon) , yaitu suatu proses yang memberikan respon tertentu terhadap yang datang dari luar. Behaviorisme menekankan pada apa yang teramati atau dilihat yaitu tingkah laku, serta kurang memperhatikan apa yang terjadi dalam pikiran seseorang karena tidak dapat dilihat. Menurut skinner, hubungan antara stimulus dan respons yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungan menimbulkan perubahan perilaku. Karena stimulus yang diberikan akan berinteraksi mempengaruhi respons yang dihasilkan. respon yang diberikan memiliki konsekuensi yang nantinya akan mempengaruhi perilaku operan.
Pengondisian operan : konsekuensi dari suatu respons menentukan kemungkinan itu diulang. Melalui perilaku pengkondisian operan yang diperkuat (diberi penghargaan) kemungkinan besar akan diulangi, dan perilaku yang dihukum akan lebih jarang terjadi.
Referensi :
https://www.simplypsychology.org/operant-conditioning.html
Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang : UMM Press
Gambar :
https://www.verywellmind.com/b-f-skinner-biography-1904-1990-2795543

Tidak ada komentar:
Posting Komentar