Sabtu, 03 April 2021

Pengelolaan Sampah Dengan Pola 3R

 

Essay Tugas Psikologi Lingkungan

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Dosen Pengampu: Dra. Arundati Shinta, MA.

Penulis :Adnan Askuri/19310410060


Sampah memang merupakan permasalahan multidimensi dan terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia. Menurut data Jurnal science pada tahun 2015 lalu, Indonesia merupakan pembuang sampah plastik ke lautan terbanyak nomor 2 di dunia setelah China. Disebutkan, setiap tahun lautan di seluruh dunia dipenuhi sampah plastik hingga12,7 juta ton. Indonesia sendiri menempati urutan nomor dua disusul Filipina, Viet-nam dan Sri Lanka. Masyarakat umumnya hanya tahu bahwa pemerintahlah yang bertanggung jawab padapengelolaan sampah, khususnya karena masih terpaku pada pola kumpul, angkut danbuang dari TPS (Tempat Pembuangan sampah Sementara) ke TPA (Tempat Pembuangansampah Akhir). Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, akantetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan penghasil sampah,baik penghasil sampah yang berupa orang pribadi/ keluarga maupun korporasi.

Definisi mengenai sampah perlu kita pahami terlebih dahulu sebelum kita membahasmengenai pengolahan sampah secara lebih mendalam.     Menurut Pasal 1 angka 1 UndangUndang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Berdasarkan tingkat penguraian, sampah pada umumnya dibagi menjadi dua macamyaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik berupa sampah yang mengandungsenyawa-senyawa organik, karena tersusun dari unsur-unsur seperti C, H, O, N dansebagainya. Sampah organik umumnya dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme, Contohnya sisa makanan, karton, kain, karet, kulit, sampah halaman. Sampah anorganikadalah sampah yang bahan kandungannya bersifat anorganik dan umumnya sulit teruraioleh mikroorganisme. Contohnya: kaca, kaleng, alumunium, debu, dan logam lainnya.Menurut Bambang Wintoko dalam bukunya yang berjudul “Panduan PraktisMendirikan Bank Sampah”, berdasarkan sumbernya, sampah dapat digolongkan menjadi2 (dua) kelompok besar, yaitu sampah domestik dan sampah non domestik. Sampah domestik, yaitu sampah yang sehari-harinya dihasilkan akibat kegiatan manusia secaralangsung, misalnya sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah dari pusat keramaiandan sampah Rumah Sakit. Sampah domestik ini sendiri dapat dibagi menjadi:

a)Sampah dari pemukiman, umumnya sampah rumah tangga berupa sisa pengolahan makanan, barang bekas, sampah kebun dan halaman.

b)Sampah dari perdagangan, yaitu sampah yang berasal dari daerah perdagangan, sepertitoko, pasar tradisional, pasar swalayan, biasanya berupa kardus, sampah makananrestoran, dan bekas kemasan makanan

c)Sampah yang berasal dari lembaga pendidikan, kantor pemerintah dan swasta, biasanyaberupa sisa alat tulis.

        Sampah Non Domestik, yaitu sampah yang sehari-hari dihasilkan oleh kegiatanmanusia secara tidak langsung, seperti dari pabrik industri, pertanian, peternakan,perikanan, kehutanan dan sebagainya.

Sampah non domestik ini dapat dibagi menjadi:

a)Sampah industri, berasal dari rangkaian proses produksi, biasanya berupa bahan kimiayang memerlukan perlakuan khusus sebelum dibuang

b)Sampah dari sisa bangunan dan konstruksi gedung, bisa berupa bahan organik sepertikayu dan an organik seperti semen dan besi.

 


Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkanbahwa paradigma pengelolaan sampah harus dirubah dari kumpul-angkut-buang menjadipengurangan di sumber dan daur ulang sumberdaya. Pendekatan end of pipe diganti denganprinsip 3R (reduce, reuse, recycle).Prinsip 3 R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, merupakan paradigma baru penanganansampah dari yang sebelumnya “kumpul-angkut-buang” menjadi “kumpul-pilah-olah-angkut”. Konsep 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) dapat didefinisikan sebagai Reduce(pengurangan), Reuse (pemakaian kembali) dan Recycle (daur ulang).

Pelaksanaan konsep 3 R ini dapat dijabarkan lebih lanjut sebagai berikut:  

a.Reduce (mengurangi) dengan cara mengurangi penggunaan barang yang berpotensimenghasilkan banyak sampah, menghindari barang sekali pakai, menggunakan produkyang bisa diisi ulang (refill), dan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik saatberbelanja.

b.Reuse (penggunaan kembali), yaitu dengan menggunakan barang yang dianggap sampahuntuk fungsi yang berbeda, misalkan menggunakan kertas bekas untuk menjadipembungkus. Reuse dapat memperpanjang umur dan waktu pemakaian barangsebelum dibuang ke tempat sampah.

c.Recycle (mendaur ulang), dilakukan dengan mengubah barang bekas menjadi bendalain yang lebih berguna dan layak pakai. Misalnya mengubah botol bekas menjadi vasbunga.

    Sampah bukanlah sesuatu yang harus dijauhi, justru sampah harus dikelola denganbenar. Pengelolaan sampah harus dilihat sebagai cost recovery dengan memanfaatkansampah sebagai bahan baku pembuatan produk yang memiliki nilai jual secaraekonomis.Secara singkatnya benda yang memiliki nilai ekonomi adalah barang yangmemiliki nilai jual.

    Sampah dapat digunakan menjadi bahan baku bagi proses daur ulang untuk menjadibarang lain yang bermanfaat. Untuk membuat sampah dapat memiliki nilai ekonomi,maka proses yang dilakukan adalah recycle atau daur ulang sampah menjadi benda lainyang lebih berguna dan layak pakai.Sampah organik dapat diolah menjadi kompos,biogas, sampah plastik dapat diolah menjadi produk kerajinan tangan.

 

 DAFTAR PUSTAKA :

 Bambang Wintoko, Panduan Praktis MendirikanBank Sampah.Yogyakarta: Pustaka baruPress, 2015

Mundiatun dan Daryanto, Pengelolaan KesehatanLingkungan. Yogyakarta: Penerbit Gava Media,2015

 Teti Suryati, Bijak dan Cerdas Mengolah Sampah,Jakarta: Agromedia, 2009

 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentangPengelolaan Sampah

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA INTERATIF BERBASIS APLIKASI CANVA UNTUK ANAK TUNAGRAHITA SEDANG

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengukuran Psikologi Dosen pengampuh: Taufik Muhtarom, M.Pd.,Ph.D  Disusun Oleh:  Alfanny zanusti A...