Adnan Askuri
19310410060
Adapun 5 tingkatan dalam teori Hierarki Kebutuhan Maslow adalah sebagai berikut:
Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan fisiologis dasar mungkin cukup jelas karena dini menjadi dasar penopang hidup manusia, kebutuhan fisiologis meliputi Makanan,Air,Bernafas dan Homeostasis .Selain persyaratan dasar nutrisi, pengaturan suhu dan udara, kebutuhan fisiologis juga mencakup hal-hal seperti tempat tinggal dan pakaian. Maslow juga memasukkan reproduksi seksual pada tingkat hierarki kebutuhan ini karena sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia selanjutnya dengan memiliki keturunan.
Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Naik ke tingkat kedua hierarki kebutuhan Maslow, tahapan mulai menjadi sedikit lebih kompleks. Pada level kebutuhan manusia ini maka manusia akan mencari dan berusaha memperoleh keamanan dan keselamatan manusia tiap individu. Orang ingin kontrol dan ketertiban dalam hidup mereka, Beberapa kebutuhan dasar keamanan dan keselamatan meliputi: Keamanan harta, Kesehatan dan kesehatan, Keselamatan dari kecelakaan dan cedera, untuk memperoleh hal itu maka manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan aman harta, manusia berpola hidup sehat, dan berhati-hati dalam hidupnya.
Kebutuhan Sosial
Kebutuhan sosial dalam hierarki Maslow mencakup hal-hal seperti cinta, penerimaan, dan kepemilikan. Pada tingkat ini, kebutuhan akan beberapa hal yang mencakup kebutuhan sosial adalah: Pertemanan,Keluarga,Kelompok sosial, dan Kelompok masyarakat
Untuk menghindari masalah seperti kesepian, depresi, dan kecemasan, penting bagi orang untuk merasa dicintai dan diterima oleh orang lain. Hubungan pribadi dengan teman, keluarga, dan kekasih memainkan peran penting, seperti halnya keterlibatan dalam kelompok lain yang mungkin termasuk kelompok agama, tim olahraga, klub buku, dan kegiatan kelompok lainnya. Karena hal ini manusia tiap individu bisa merasa senang jika merasa diperlukan oleh oranglain terlebih jika merasa diperlukan oleh orang yang dicintai.
Penghargaan
Pada tingkat keempat dalam hierarki Maslow adalah kebutuhan untuk penghargaan dan rasa hormat dari individu lain. Ketika kebutuhan di tiga tingkat terbawah telah terpenuhi, kebutuhan penghargaan mulai memainkan peran yang lebih menonjol dalam memotivasi perilaku. Pada titik ini, menjadi semakin penting untuk mendapatkan rasa hormat dan penghargaan dari orang lain. Orang-orang memiliki kebutuhan untuk mencapai hal-hal dan kemudian upaya mereka diakui. Selain kebutuhan akan perasaan puas dan gengsi, kebutuhan penghargaan mencakup hal-hal seperti harga diri dan nilai pribadi. Orang-orang perlu merasakan bahwa mereka dihargai dan oleh orang lain dan merasa bahwa mereka memberikan kontribusi kepada dunia. Partisipasi dalam kegiatan profesional, prestasi akademik, partisipasi atletik atau tim, dan hobi pribadi semuanya dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan penghargaan. Orang yang mampu memenuhi kebutuhan penghargaan dengan mencapai harga diri yang baik dan pengakuan orang lain cenderung merasa yakin dengan kemampuan mereka. Mereka yang kurang percaya diri dan menghargai orang lain dapat mengembangkan perasaan rendah diri. Dan karena hal ini manusia tiap individu sangat senang jika perlakuanya terhadap oranglain dihargai entah dengan ucapan atau dengan perbuatan.
Kebutuhan Aktualisasi Diri
Di puncak hierarki Maslow adalah kebutuhan aktualisasi diri. Maslow menjelaskan, merujuk pada kebutuhan orang-orang untuk mencapai potensi penuh mereka sebagai manusia.
Menurut definisi Maslow tentang aktualisasi diri:
(Penjabaranya banyak seperti penggunaan penuh dan eksploitasi bakat, kemampuan, potensi, dll. Orang-orang tersebut tampaknya memenuhi diri mereka sendiri dan melakukan yang terbaik yang mampu mereka lakukan. Mereka yaitu manusia tiap individu sudah berusaha menggali dan mengembangkan bakat dan potensi yang ada didalam dirinya).
Saya sangat setuju tentang teori Abraham maslow terlebih pada kebutuhan manusia yaitu penghargaan, karena pada dasarnya semua manusia memang banyak melakukan sesuatu dan mencoba hal baru demi mendapat penghargaan dan merasa dihargai oleh individu lain, Karena hal ini manusia seringkali memamerkan apa yang dimilikinya demi rasa hormat dari oranglain dan merasa berkontibusi pada dunia, orang yang sudah mendapatkan hal ini maka manusia individu tersebut akan merasa percaya diri pasti lebih yakin dengan kemampuan mereka.
Daftar Pustaka :
Hall, Calvin S. dan Lindzey, Gardner. (1985). Introduction to Theories of Personality. Singapore: John Wiley & Sons, Inc.
Winardi, J. 2001. Motivasi danPemotivasian dalam Manajemen.Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Prihartanta, Widayat. 2015. “Teori-Teori Motivasi”.Jurnal Adabiya.Vol. 1 No. 83.
Djamarah, Syaiful Bahri.2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
